07 Januari 2026     Bimbingan Belajar   

OLCE BIMBEL: Sebuah Inovasi Pendidikan non-formal untuk Masa Depan


OLCE BIMBEL: Sebuah Inovasi Pendidikan non-formal untuk Masa Depan
Yayasan Fatiar Nahwi Azra
www.yafna.or.id

(Foto: Suasana Kelas OLCE Bimbel; Belajar dengan Ceria, 2024)

Oleh: Ahmad Azroi, S.Sos.,M.M.

OLCE BIMBEL (Orca Learning Center Bimbingan Belajar) berdiri dilatari oleh kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Di tengah tantangan sistem pendidikan formal yang kadang belum mampu menjangkau dan memenuhi kebutuhan belajar secara optimal, kehadiran bimbingan belajar menjadi solusi pelengkap untuk memastikan anak-anak mendapatkan dukungan akademik yang memadai. Banyak siswa yang memiliki potensi besar namun belum tergali maksimal karena keterbatasan metode pembelajaran atau kurangnya perhatian individual dalam lingkungan sekolah.

Selain itu, realitas menunjukkan adanya kesenjangan akses terhadap pendidikan berkualitas, terutama bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah atau yang tinggal di daerah yang belum terfasilitasi secara memadai. Lembaga bimbingan belajar hadir sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial untuk membantu mengurangi kesenjangan tersebut. Melalui pendekatan yang lebih personal, fleksibel, dan kontekstual, lembaga ini berupaya memberikan ruang belajar yang mendukung tumbuh kembang siswa, baik dalam aspek akademik maupun karakter.

Lebih jauh, pendirian lembaga ini juga didorong oleh keinginan kuat untuk turut andil dalam membentuk masa depan pendidikan yang lebih baik. Pendidikan bukan hanya tugas negara atau sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat dan pelaku pendidikan swasta. Dengan menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan, terarah, dan berorientasi pada pencapaian masa depan siswa, lembaga bimbingan belajar menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan yang berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Wabah virus corona (Covid-19) berupa pandemi yang melanda seluruh Dunia telah mengubah banyak cara kehidupan manusia termasuk juga berpengaruh dalam dunia pendidikan. Dalam pelaksaan pendidikan di masa pandemi kegiatan tatap muka dialihkan menjadi kegiatan dalam jaringan (online), paling tidak selama 2 (dua) tahun semua peserta didik mengalami pembelajaran secara online. Secara umum dapat dikatakan pembelajaran online hanya mampu membuat murid menguasai hanya sebagian dari materi pembelajaran, hal tersebut disebabkan banyak faktor sehingga hasil pembelajaran yang diraih kurang maksimal. Ditambah lagi terjadi masa peralihan dari Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka, setidaknya peralihan kurikulum ini juga akan berdampak pada kualitas pelaksanaan pembelajaran.

Dampak dari pembelajaran masa pandemi dan peralihan kurikulum dapat kita lihat di lingkungan kita, antara lain:

1. Murid mengalami ketertinggalan materi pembelajaran

Masa pandemi banyak memangkas proses transfer pengetahuan yang biasanya terjadi di ruang kelas hingga harus melalui online yang tentunya banyak sekali kekurangan. Disamping itu juga faktor media yang digunakan sangat mempengaruhi ketuntasan pembelajaran seorang murid.

2. Murid mengalami disorientasi karena ketergantungan dengan gadget

Saat pandemi berlangsung murid-murid belajar dari gadget atau laptop, jika tidak dilakukan pengawasan murid bisa melenceng menggunakan gadget tersebut untuk kegiatan yang kurang bermanfaat seperti bermain game dll. Hal tersebut akan terbawa hingga masa pandemi telah berlalu.

3. Orangtua murid kebingungan dengan perubahan kurikulum

Sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dengan pendidikan anak-anak, orangtua murid tentu sangat kebingungan dengan peralihan kurikulum, salah satu contoh yaitu anak yang sebelumnya tidak belajar bahasa inggris tiba-tiba menghadapi pembelajaran bahasa inggris, dan tentu membuat orangtua khawatir tentang ketuntasan pembelajaran anak-anaknya.

Fakta-fakta di atas telah menjadi keresahan bersama, baik oleh orangtua siswa maupun para guru. Para perintis OLCE BIMBEL merupakan mantan kepala sekolah, guru serta tenaga kependidikan swasta yang telah melewati berbagai pengalaman baik sebelum pandemi, saat pandemi dan juga setelah pandemi. Keresahan tersebut mengerucut pada solusi konkrit yaitu murid-murid di sekolah saat ini membutuhkan tambahan belajar untuk mengejar ketertinggalan. Solusi yang berujung pada sebuah kesimpulan untuk membentuk suatu lembaga pendidikan berbentuk bimbingan belajar, lembaga ini akan konsern melayani murid-murid yang mengalami masalah dalam ketuntasan pembelajarannya.

Saat perumusan ide awal pembentukan lembaga, melalui diskusi panjang dipilihlah akronim OLCE BIMBEL sebagai nama resmi lembaga pendidikan, OLCE BIMBEL berasal dari kalimat gabungan bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, yaitu Orca Learning Center Bimbingan Belajar. Orca sendiri diambil dari nama salah satu hewan laut yang dikenal karena kecerdasan dan kekuatannya. Orcinus Orca adalah spesies mamalia air bergigi dari keluarga lumba-lumba, Orca menjadi unik karena memiliki otak yang besar dan kompleks, bahkan dianggap terpintar karena telah menggunakan kemampuan otaknya lebih dari 20% serta memiliki kemampuan belajar yang sangat luar biasa. Orca terbukti mampu memecahkan teka-teki manusia, mengenali diri mereka sendiri, serta belajar melalui pengalaman. Kehidupannya yang berkelompok layaknya manusia dan juga Orca mampu mewariskan kecerdasan berburunya kepada keturunannya.

Ahmad Azroi, S.Sos.,MM. bertindak sebagai Ketua Yayasan Fatiar Nahwi Azra, menjadi induk organisasi atau badan hukum OLCE BIMBEL, selanjutnya R.Siti Sapura, S.Pd.I sebagai Manager OLCE BIMBEL dan Raja Hafizah, S.Pd sebagai guru OLCE. Dengan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki, pada tanggal 7 Agustus 2023 OLCE BIMBEL memulai opening/ membuka layanan untuk peserta didik, kelas pertama bimbingan belajar di mulai pada tanggal 14 Agustus 2023. OLCE BIMBEL yang beralamat di Jalan Hang Lekir Perum. Griya Insani Lestari No.4 Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang - memiliki 4 ruang belajar lengkap dengan fasilitas pendukung dan perlengkapan pembelajaran lainnya.

Target utama yang menjadi sasaran OLCE BIMBEL dalam layanan pendidikan adalah murid-murid sekolah negeri yang notabene jumlahnya sangat besar di Tanjungpinang, walaupun tidak menutup kemungkinan untuk menerima murid-murid yang bersekolah di sekolah swasta. Dengan latar belakang sebagai guru-guru di sekolah swasta, para perintis yang menjadi pengajar di OLCE BIMBEL bertekad untuk memberikan layanan terbaik pada semua peserta didik OLCE BIMBEL dengan standar yang berlaku di sekolah-sekolah swasta. Semoga kesenjangan ketuntasan pembelajaran yang dialami hampir semua murid-murid dapat diatasi dengan hadirnya OLCE BIMBEL.



  (AHM)     Dibaca 134 Kali


Total Kunjungan

Kunjungan Sekarang

Sedang Online

+

Tim Profesional

File Publikasi

Unit Yayasan